Kapolda Bali Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto membenarkan hal itu dan menganggap Amokrane adalah sosok pembuat onar yang meresahkan warga di wilayah Kuta Utara, Bali.
Kejadian bermula saat pihak imigrasi dan kepolisian berniat mendatangi Amokrane terkait izin tinggalnya yang habis sejak September 2015. Namun, enggan ditahan, Amokrane yang merupakan petarung Mix Martial (MMA) Art ini menghunuskan pisau ke petugas kepolisian, yang membuat anggota dari kepolisan Bali gugur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota polisi yang gugur itu adalah Brigadir Anak Agung Sugiarta, anggota Polsek Kuta Utara.
Amokraneh tercatat sebagai petarung di Mixed Martial Arts (MMA). Nama bekennya adalah 'Kiane' Sabet. Dalam video pertarungan, terlihat badannya yang berotot dan gempal. Dia juga kerap bertarung dengan beringas di dalam ring.
Dalam catatan pertarungan yang dikutip dari sherdog.com, dia pernah menang sekali dan kalah tiga kali dalam pertarungan. Belum jelas, bagaimana dia akhirnya bisa berada di Bali.
Kabid Humas Polda Bali Komnas Hery Wiyanto menyatakan, izin tinggal Sabet di Bali sebetulnya habis pada 27 September 2015. Selama tinggal di Bali, dia kerap berbuat onar. Banyak warga yang resah dibuatnya. (pit)