"Ada Satpol PP yang dipukul," kata Gubernur yang biasa disapa Ahok itu di Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/5).
Luka yang diderita Satpol PP itu cukup serius sehingga harus mendapat lima jahitan. Lurah Penjaringan yang mendampingi Saefullah menurut Ahok juga sempat dipukul warga.
Insiden pengusiran dan pemukulan tersebut menurut Ahok adalah kesalahpahaman belaka. Saefullah ke daerah yang akan digusur itu bertujuan untuk merapikan pedagang kaki lima yang ada di sana. Selain itu, rencana penggusuran Kampung Luar Batang akan disertai dengan penataan kawasan Masjid Luar Batang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menjadi tempat wisata, petugas di masjid tersebut harus diperhatikan. Misalnya harus ada seragam petugas dan ditertibkan sehingga tidak bisa sembarangan orang mengaku sebagai petugas di masjid.
Soal pengusiran ini juga diakui Sekretaris Masjid Luar Batang Mansur Amin. Menurutnya, pengusiran dilakukan karena warga menduga Saefullah akan memprovokasi warga Luar Batang.
Kepada warga, Saefullah menyampaikan penggusuran tetap akan dilakukan. Warga sontak menolak dan menyatakan hal yang berkaitan dengan masalah hukum, sudah diserahkan kepada Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum.
Usai pertemuan berlangsung, kata Mansur, warga menolak keinginan Saefullah meninjau Kampung Luar Batang dan Masjid Luar Batang untuk memberikan bantuan uang sebesar Rp 1 miliar dan seragam bagi marbot masjid. Warga menyarankan agar Saefullah tidak datang lagi ke Luar Batang.
Namun tanpa sepengetahuan warga, menurutnya, Saefullah datang ke Masjid Luar Batang sekitar pukul 22.30 WIB. Warga yang melihat langsung bereaksi dan berupaya mengusir Sekda Saefullah beserta rombongannya. (sur)