Hampir sebulan setelah dibentuk, PIM mulai memperkenalkan diri mereka ke publik, termasuk ke Pemerintah Indonesia. Pada Selasa (3/5), PIM mengunjungi Kantor Wakil Presiden Indonesia untuk berkenalan sekaligus audiensi dengan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla.
"Jumlah dewan nasional (PIM) ada 45 orang yang terdiri atas tokoh, figur lintas agama, lintas suku, lintas profesi, dan lintas gender," kata Din Syamsuddin saat ditemui di Kantor Wakil Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah aksi pun sudah dipersiapkan oleh ormas yang baru akan resmi memperkenalkan diri ke publik pada 21 mei 2016 tersebut. Setidaknya akan ada dua aksi yang sudah dipersiapkan oleh Din dan kawan-kawan, pertama adalah pembentukan desa pintar dan kedua pembentukan desa mandiri energi.
Sementara desa mandiri energi, lanjut Din, akan dibentuk guna menjawab persoalan keterbatasan energi di daerah-daerah. Menurut Din, hingga kini masih banyak rakyat yang rumahnya tak dialiri listrik, bahkan mereka pun tak memiliki rumah dan malah tinggal bersama ternak milik mereka.
"Oleh sebab itu kami akan mencoba membangun apa yang kami sebut dengan rumah aladin atau atap lantai dinding," katanya.
"Jadi gerakan ini dari kita dan untuk kita semua khususnya masyarakat Indonesia karena gerakan ini berangkat dri cita-cita, semangat, dan tekad kita semua," tuturnya. (ags)