Kasubdit Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, dari hasil uji coba sementara kemacetan justru lebih banyak terjadi pada sore daripada pagi hari. Sebab, banyak orang mengambil waktu pulang kantor bersama-sama.
"Orang pulang kantor pada bareng-bareng semua jadi kendaraan numpuk sore hari. Ini yang membuat waktu tempuh jadi lebih lama," ujar Budiyanto saat dihubungi, Rabu (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budiyanto mengatakan tak menutup kemungkinan adanya alternatif lain usai uji coba penghapusan tersebut seperti pembatasan sepeda motor ke Bundaran Senayan, 4 in 1, hingga penerapan Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar.
"Mungkin memang bisa jadi pilihan setelah evaluasi uji coba. Tapi nanti tunggu 14 Mei," katanya.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, peraturan 3 in 1 pada sore hari akan diberlakukan pada 15 Mei mendatang. Keputusan ini diambil setelah melihat hasil dari uji coba yang sedang dilakukan.
"Jadi kami akan berlakukan 3 in 1 yang sore karena pagi efeknya tidak terlalu banyak," kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/5) malam.
Ahok mengatakan, 3 in 1 khusus diterapkan pada sore hari karena volume keluar kendaraan yang sama. Dari hasil analisis, kata Ahok, orang-orang langsung pulang bersama karena tidak ada 3 in 1. (bag)