"Bukan hanya TNI AD, siapa saja (bisa ikut terlibat membantu membongkar kuburan massal)," kata Luhut saat ditemui di kantor Lembaga Ketahanan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis kemarin.
Sebelumnya, Luhut menyatakan ikut melibatkan TNI AD dalam rencana penggalian kuburan massal korban Tragedi 1965. Ajakan itu disambut pihak Angkatan Darat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat ditanya alasan menggandeng kesatuan yang pernah membesarkan dirinya selama ini, Luhut menjawab, "Saya kan Angkatan Darat juga. Kau pun boleh ikut," ujarnya singkat.
"Ini kan supaya kita dilihat internasional, penyelesaiannya melibatkan semua pihak. Jangan sampai ada yang bilang ini rekayasa pemerintah, enggak bisa begitu," katanya.
Rekomendasi simposium tersebut, menurut Agus, mengerucut pada upaya penyelesaian kasus dengan cara rekonsiliasi melalui proses non yudisial. Rekomendasi itu telah dirumuskan masing-masing pemangku kepentingan.
Jumat siang nanti, Luhut dan Agus dijadwalkan kembali bertemu untuk meringkas seluruh rekomendasi Simposium 1965. Rekomendasi tersebut bakal berujung di meja Presiden Joko Widodo.