Jhonson menuturkan jenazah tersebut sebelumnya diserahkan pihak RSU Kabanjahe kepada Pemkab Karo, dan kemudian diberikan ke keluarga korban.
Dia menyebutkan kelima jenazah itu adalah Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), Leo Perangin-angin (25), Nanin br Sitepu (50), dan Mulia Ginting (45). “Jenazah yang berada di dalam peti itu, kemudian dibawa dengan menggunakan mobil ambulan ke rumah duka," ujar Jhonson seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun dua korban tewas lainnya yakni Ibrahim Sembiring (57) dan Ersada Ginting (55) dan sempat mendapat perawatan intensif di RSUP H Adam Malik Medan.
"Jumlah korban awan panas erupsi Gunung Sinabung itu, sembilan orang, tujuh meninggal dunia, dua orang lainnya mengalami luka bakar dan masih dirawat di RSUP H Adam Malik Medan," ucap mantan Kabag Humas Pemkab Karo itu.
Jhonson menambahkan dua korban yang dirawat itu atas nama Cahaya br Tarigan (45) dan Cahaya Milala (57) warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.
Aktivitas erupsi Gunung Sinabung masih tetap tinggi, dan pada Sabtu (21/5) terjadi awan panas guguran secara terus menerus pada pukul 14.28 WIB, 15.08 WIB, 16.39 WIB, dan 16.48 WIB.
Awan panas guguran 4,5 km mencapai Sungai Lao Borus ke arah Barat. Tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter dengan status Awas.
Masyarakat dan pengunjung dan wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak.
Warga dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur laut Gunung Sinabung agar dievakuasi ke lokasi yang aman.