Yorrys mengklaim, Golkar akan meresemikan dukungan itu pada pelaksanaan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Golkar usai Lebaran.
"Setelah Lebaran kami akan lakukan Rapimnas pertama untuk menghasilkan beberapa keputusan politik. Ya seperti dukungan kepada Ahok, untuk mengusung Ahok sebagai Gubernur DKI," kata Yorrys di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah memutuskan itu. Hanya perlu diformalkan. Mendukung Ahok sebagai calon gubernur Golkar itu pasti," kata dia.
"Posisi Partai Golkar di sana (Jakarta) kursinya kalau enggak salah ada delapan, sehingga tidak cukup. Mau tidak mau harus koalisi," kata Idrus.
Selain itu, Idrus menjelaskan DPD Golkar DKI Jakarta juga diminta untuk menjaring nama-nama calon yang beredar di publik. Hal itu, kata dia, sesuai surat edaran pasca Munaslub kepada DPD yang wilayahnya akan mengikuti Pilkada 2017.
Idrus menambahkan, surat edaran itu meminta agar seluruh daerah baik tingkat provinsi, kabupaten dan kota untuk segera mengirim tiga nama calon paling lambat awal Juni.
"Setelah itu, diserahkan tim Pilkada untuk memproses dan mengambil keputusan. Termasuk DKI Jakarta," kata Idrus.
Sebelumnya, Ketua Umum partai beringin Setya Novanto seakan menunjukkan sinyal bahwa partai pimpinannya akan mengikuti langkah Hanura dan NasDem yaitu mendukung Basuki Tjahaja Purnama maju Pilkada 2017 lewat jalur independen.
Setya memuji kinerja Ahok selama memimpin Jakarta. Namun,dia memastikan bahwa Golkar masih akan mencari siapa calon gubernur yang akan diusung.
"Saya lihat Ahok menjalankan dengan terobosan yang benar dan apa yang dilakukan selalu dengan perasaan yang benar," ujarnya pekan lalu. (sur)