BMKG: Gempa Padang Tidak Berpotensi Tsunami
Basuki Rahmat | CNN Indonesia
Kamis, 02 Jun 2016 07:44 WIB
Padang, CNN Indonesia -- Gempa yang mengguncang wilayah Sumatera Barat, Kamis (2/6) pukul 05.56 WIB dengan kekuatan 6,5 Skala Richter tidak berpotensi tsunami.
"Gempa berpusat di 79 kilometer barat daya Pesisir Selatan, tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Stasiun Geofisika kelas I BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono ketika dihubungi dari Padang, seperti dilansir dari Antara.
Gempa yang mengguncang kota Padang tersebut juga dirasakan hingga ke beberapa daerah seperti Solok Selatan, hingga Kota Solok.
Salah seorang warga Solok, Joko mengatakan getaran cukup kuat sehingga warga banyak yang lari ke luar rumah.
Sementara Yogi, seorang warga Padang mengaku kaget karena suara gemuruh di rumah ternyata ada gempa.
"Saya sedang di dapur rupanya ada gempa, langsung keluar," kata dia.
Adapun sejumlah warga Indarung, Padang memilih untuk tetap berada di luar rumah hingga keadaan dirasa aman.
Riri, salah seorang warga Indarung mengatakan ia memutuskan untuk meliburkan anak sekolah mengantisipasi jika terjadi gempa susulan.
Hingga saat ini belum diketahui kerusakan akibat gempa yang berlokasi di 2,29 Lintang Selatan, 100.46 Bujur Timur dengan kedalaman 72 kilometer. (obs)
"Gempa berpusat di 79 kilometer barat daya Pesisir Selatan, tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Stasiun Geofisika kelas I BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono ketika dihubungi dari Padang, seperti dilansir dari Antara.
Gempa yang mengguncang kota Padang tersebut juga dirasakan hingga ke beberapa daerah seperti Solok Selatan, hingga Kota Solok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Yogi, seorang warga Padang mengaku kaget karena suara gemuruh di rumah ternyata ada gempa.
"Saya sedang di dapur rupanya ada gempa, langsung keluar," kata dia.
Adapun sejumlah warga Indarung, Padang memilih untuk tetap berada di luar rumah hingga keadaan dirasa aman.
Lihat juga:Gempa 6,5 SR Guncang Padang |
Riri, salah seorang warga Indarung mengatakan ia memutuskan untuk meliburkan anak sekolah mengantisipasi jika terjadi gempa susulan.
Hingga saat ini belum diketahui kerusakan akibat gempa yang berlokasi di 2,29 Lintang Selatan, 100.46 Bujur Timur dengan kedalaman 72 kilometer. (obs)