Menurut pantauan Detikcom di lokasi kejadian, genangan air di pusat banjir, yakni di sekitar tanggul yang jebol, tampak surut sejak Jumat (3/6) pukul 23.45 WIB, dan terus turun hingga Sabtu (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggi tanggul adalah 4 meter sampai 5 meter. Panjang jebolannya adalah 50 meter. Air laut tidak melampaui tinggi tanggul, namun melewati bagian bawah yang jebol karena sering tergerus air," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Utara, Satriadi Gunawan.
"Kita turunkan 10 perahu karet, dua unit mobil medan berat, empat unit mobil pompa, dan dua unit mobil lightning (penerangan)," kata Satriadi.
Kepala Dinas Tata Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, menyatakan tanggul jebol pada Jumat (3/6) sejak pukul 20.30 WIB. Teguh memaparkan bahwa tanggul jebol akibat air laut pasang yang kelewat tinggi melampaui tanggul.
Dari bawah tanggul, air laut juga masuk, sehingga menggerus bawah jembatan.
Beberapa truk pengangkut pasir terlihat berada di sekitar lokasi tanggul yang jebol. Namun truk-truk ini belum mengeluarkan isi muatannya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Subejo pada Sabtu (4/6) mengungkapkan bahwa rencana pemasangan tanggul akan langsung dilakukan hari ini juga. Subejo mengaku saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Suku Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Air DKI Jakarta.
"Direncanakan hari ini juga. Sekarang sedang dikoordinasikan antara Sudin PU dan Tata Air," kata Subejo kepada Detikcom.