"Pemprov Papua masih membutuhkan banyak ASN dalam memberikan pelayanan publik, khususnya yang bertugas di pedalaman atau daerah," ujar Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, di Jayapura, Senin (6/6), seperti dilansir dari Antara.
Hery menuturkan, pemerintah pusat mengeluarkan sejumlah kebijakan yang bersifat sentralistik bagi Papua. Padahal, menurutnya, Papua membutuhkan kebijakan khusus demi kemajuan di berbagai sektor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soekarwo menilai, pegawai negeri yang yang tak produktif hanya akan membebani keuangan negara. "Rasionalisasi terhadap PNS yang berkinerja buruk menurut saya sangat masuk akal," ujarnya di Surabaya, siang tadi.
"Sedangkan PNS produktif seperti tenaga kesehatan dan pendidikan sehingga tidak mungkin dirasionalisasi, terlebih pihaknya kini tengah mengalami kekurangan tenaga guru dan medis," ujarnya.
"Satu juta masih angka simulasi dan belum tetap, tapi untuk efisiensi belanja pegawai dan peningkatan kapasitas diperlukan rasionalisasi itu," kata Yuddy.
Yuddy mengungkapkan, jumlah PNS di Indonesia saat ini berkisar di angka 4,5 juta jiwa. Sebanyak 500 ribu di antaranya sudah akan pensiun pada 2019. Namun jumlah 4 juta orang PNS dinilai masih terlalu banyak karena diperkirakan Indonesia hanya membutuhkan 3,5 juta pegawai. (abm)