Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjelaskan sikap NasDem tersebut didasari atas dukungan yang mereka berikan. Menurutnya dukungan NasDem diberikan pada sosok Ahok, jadi tak masalah apapun langkah yang akan diambil olehnya.
"Kami ini yang penting menempatkan diri pada Ahoknya karena warga Jakarta ingin dia terpilih lagi," kata Surya saat ditemui di kantor DPP Partai NasDem, Selasa (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surya mengungkapkan sejauh ini apa yang telah ditunjukkan Ahok selama dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sudah sangat dan managerial skill yang dia tujukkan pun dianggap sudah bagus.
Meski mengatakan tak masalah seandainya Ahok memutuskan meninggalkan independen dan maju lewat jalur partai politik, Surya menunjukkan harapannya agar Ahok tak mengganti sikapnya itu. Menurut Surya saat NasDem memutuskan mendukung Ahok, dia mengatakan memang ingin lewat jalur yang berbeda.
Oleh sebab itulah alangkah lebih baiknya Ahok tetap maju lewat jalur independen. "Kenapa kami ngotot karena saat kami tanya mau pilih mana dia menjawab dia mau memilih jalur yang berbeda," kata Surya.
Sebelumnya Ahok mengaku bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhir pekan lalu. Salah satu yang dibicarakan dalam pertemuan itu adalah Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun depan.
Ahok mengaku Megawati mengisyaratkan ingin kembali memasangkannya dengan Djarot Saiful Hidayat.
"Bu Mega enggak pernah maksa. Bu Mega cuma bilang, 'kalian itu udah baik berdua (Ahok-Djarot)'," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/6).
Ahok menanggapi pernyataan Mega itu dengan menjawabnya "Ini kan udah terlanjur bu".
Ahok menegaskan, keinginannya maju dalam Pilkada melalui jalur independen sudah bulat. Target 1 juta KTP warga Jakarta sebagai selah satu syarat dukungan hampir dicapai.
Dalam pengumpulan KTP itu, relawan Teman Ahok memasangkan Ahok dengan Heru Budi Hartono, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Daerah saat ini. (pit)