Ahok menginginkan agar Teman Ahok mempertimbangkan kembali jalur yang hendak dipilih untuk menyokongnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, yakni perseorangan atau partai politik.
"Kami harus ngomong dengan Teman Ahok. Teman Ahok maunya gimana, yang rasional gimana, gitu saja," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau gagal udah enggak boleh ikut lagi," ujar Ahok.
Pertemuan itu rencananya akan dilakukan jika Teman Ahok memenuhi target mengumpulkan satu juta KTP. Data terakhir dari Teman Ahok, tersisa 23.522 KTP yang harus dikumpulkan untuk mencapai satu juta.
Belakangan, banyak partai politik yang mendekat untuk mendukung Ahok. Partai Hanura, Partai NasDem, dan Partai Golkar sudah menyatakan dukungan kepada Ahok secara terang-terangan.
PDI Perjuangan terus menggoda Ahok untuk merapat bersama. Namun Ahok berkelakar sudah dekat PDI Perjuangan sejak lama.
"Itu kan cerita never ending story. Mau merapat gimana, orang aku udah rapat melulu kok," tutur Ahok.
Kendati masih bimbang, Ahok mengaku tak masalah jika gagal dalam pencalonan pilkada yang akan digelar serentak dengan daerah lainnya di Indonesia tahun depan.
"Kalau istilah istri saya, kalau enggak bisa ikut nyalon bagus dong, happy exit dong," kata Ahok.
Dia juga menjadi anggota DPR RI 2009-2014, yang hanya bertahan selama tujuh bulan.
"Mau berhenti di tengah jalan aku udah biasa-biasa saja. Yang penting selama kerja, saya kerjain yang terbaik," tutur Ahok. (rel)