“Gerindra yakin dengan naluri Pak Prabowo dalam memilih dan menentukan calon gubernur Jakarta yang akan kami usung. Naluri, insting, Pak Prabowo akan sangat tepat sehingga nantinya calon yang kami usung akan menang,” tutur Wakil Sekjen Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (21/6).
Aryo menyatakan siapapun yang akan menjadi lawan Gerindra dalam Pilgub Jakarta nanti, terutama Ahok, bakal bisa dikalahkan oleh calon yang akan diusung Gerindra. “Kami tidak khawatir sama sekali dengan besarnya dukungan yang diraih Ahok saat ini,” ujar Aryo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Dukungan Parpol untuk Ahok |
Aryo mengingatkan bahwa ketika itu banyak pihak yang meragukan bahkan menganggap remeh duet Jokowi-Ahok yang diusung Gerindra bersama PDI Perjuangan. “Waktu itu sudah menit-menit akhir kami mengajukan pasangan calon, dan calon yang kami usung itu dipandang pasti kalah oleh calon incumbent Fauzi Bowo,” ucapnya.
Anggota Komisi VII DPR itu menegaskan kembali bahwa Prabowo satu-satunya pihak di Gerindra yang mempunyai wewenang untuk menentukan siapa yang akan diusung sebagai kandidat kepala daerah. Adapun pemilihan bakal calon dilakukan oleh tim penjaringan di internal Gerindra. “Sekarang ini kami masih fokus ke kader Gerindra untuk kami usung sebagai calon,” ucap Aryo.
Aryo menyatakan partainya tak akan mendukung Ahok sebagai gubernur Jakarta mendatang. Kemungkinan untuk memberi dukungan juga sudah tidak ada lagi. “Saya katakan 99 persen sudah tidak mungkin untuk mendukung Ahok. Kalau Pak (Ahmad) Muzani bilang sudah 100 persen tak mungkin Gerindra memberi dukungan ke Ahok,” tutur Aryo.
Sementara untuk koalisi dengan partai lain dalam mengusung calon, Aryo mengatakan Gerindra masih sangat terbuka karena membutuhkan tambahan suara untuk bisa mengusung calon. Suara Gerindra di DPRD DKI Jakarta saat ini ada 15 kursi sehingga membutuhkan tambahan tujuh suara lagi untuk bisa mencapai 22 suara sebagai syarat untuk mengusung pasangan calon.
(obs)