Sektretaris Umum Pesantren Darussalam, Abi Hidayat M Wally di Tapaktuan, mengatakan, musibah tersebut terjadi pada pukul 22. 05 WIB di saat ribuan jamaah sedang menunaikan salat tarawih.
"Kami prediksi jumlah pondok yang hangus terbakar sebanyak 150 unit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun seluruh kitab dan peralatan masak dan tempat tidur milik para santri habis terbakar," kata Abi seperti dilaporkan Antara, Jumat (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Warga Lhokseumawe Tawuran Gara-gara Petasan |
Tarmizan, salah seorang warga Blang Poroh di lokasi kejadian mengatakan, mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi sekitar pukul 22.35 WIB atau setengah jam berjalannya kebakaran sehingga apapun yang ada dalam pondok santri tidak bisa diselamatkan.
"Sebagian santri libur pada saat bula puasa, jadi pondoknya dimanfaatkan oleh masyarakat yang sulok. Tiap-tiap Ramdhan ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Air mengikuti sulok selama satu bulan penuh," katanya.
Kepala Bidang Bantuan pada Dinas Sosial Aceh Selatan, Amir Hasan yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan bahwa pihaknya dengan segera mendirikan tenda sebagai tempat tinggal para santri dan menyalurkan bantuan tanggap darurat.
"Kami sudah dirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal jamaah yang sedang sulok dan sekaligus kita salurkan bantuan masa panik," kata Tarmizan.