"Kami akan katakan pada mereka jika ikutan yang seperti itu (kericuhan) lagi, KJP-nya akan dicabut," kata Gubernur yang biasa disapa Ahok ini di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/6).
Menurut Ahok, tak semua anggota The Jak adalah anak-anak dan bersekolah. Karena itu perlu dilakukan penelusuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus dinasehati jika mau masa depan, harus belajar," kata dia.
"Lebih baik jam mereka lebih panjang di sekolah, kami bina di sana," ujar Ahok.
Kerusuhan terjadi di Stadon Utama Gelora Bung Karno, Jumat (24/6) malam lalu. Kerusuhan pecah di tengah laga antara Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC. Akibat kerusuhan, pertandingan dihentikan pada menit ke-81.
Ketua Umum The Jakmania Richard Ahmad menyatakan, kerusuhan di luar kendalinya. Richard mengklaim sudah melakukan segala prosedur yang ditetapkan. "Kami sudah melakukan koordinasi ke semua pihak terkait dan pemeriksaan kartu anggota Persija. Tapi ini (kerusuhan) tak bisa dihindari lagi," katanya. Akibat kerusuhan 155 anggota Jakmania diamankan polisi.
Dalam kerusuhan juga terjadi penganiayaan pada anggota polisi. Lima polisi jadi korban, salah satunya dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Insiden berlanjut sehari dua hari setelahnya. Kemarin toko khusus suvenir The Jak diserang orang tak dikenal. Tiga orang The Jak terluka akibat serangan ini. Pelaku berjumlah 10 orang mengenakan helm sehingga tak bisa dikenali.
Kemarin polisi juga mengamankan 15 orang anggotanya yang berencana mencari anggota The Jak yang melukai rekannya saat kerusuhan di Gelora Bung Karno. (sur)