Kepastian tak adanya vaksin palsu didapat setelah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memeriksa langsung gudang farmasi milik pemerintah kota.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Hendrar memeriksa sampel vaksin yang diambil secara acak dari gudang.
Pemeriksaan dilakukan pada kemasan fisik, kode produksi dan kode pembuat. Hasilnya, kode yang ada sesuai dengan rujukan Kementerian Kesehatan dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengimbau masyarakat tak perlu panik. Ia menjamin vaksin yang disalurkan melalui puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah asli.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono mengatakan, selama ini vaksin yang dipakai adalah buatan Biofarma, produsen vaksin resmi. Menurutnya, selama ini yang dipalsukan adalah vaksin impor yang berhaga mahal.
Dua orang tersangka pengedar vaksin palsu berinisia; M dan T ditangkap di Semarang, Senin lalu. Total sudah 15 orang diamankan dalam perkara ini. (sur)