Menurutnya, para WNI yang semula disandera di pegunungan utara Kepulauan Sulu, telah dipindahkan ke arah selatan di wilayah yang disebut Panadao.
"Sudah tiga-empat hari ini di sana, nanti kalau digeser lagi entah ke mana, intelijen ada di sana semua pasti saya diinformasikan," ujar Ryamizard di Jakarta, Jumat, seperti dilansir Antara.
Meskipun telah mengetahui lokasi penyanderaan ketujuh ABK, dia menegaskan, pasukan Indonesia belum bisa dikerahkan untuk membebaskan sandera sesuai dengan kesepakatan kedua negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunikasi dan koordinasi terkait pembebasan WNI ABK terus dilakukan oleh Ryamizard dan mantan Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin, serta Menteri Pertahanan Filipina yang baru dilantik, Delfin Lorenzana.
Retno menyebutkan penyanderaan terhadap tujuh ABK Indonesia itu terjadi di Laut Sulu dalam dua tahap, yaitu pada 20 Juni sekitar pukul 11.30 waktu setempat dan sekitar 12.45 waktu setempat oleh dua kelompok bersenjata yang berbeda. (asa)