Mendikbud Akan Sebar Profesional Jerman di Sekolah Kejuruan

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 01/07/2016 19:04 WIB
Mendikbud Akan Sebar Profesional Jerman di Sekolah Kejuruan Mendikbud Anies Baswedan berencana mendatangkan tenaga profesional asal Jerman di sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia. (Antara Foto/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana mendatangan sejumlah profesional asal Jerman untuk mengajar sekaligus melatih sekolah-sekolah kejuruan guna meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia.

Ide mendatangkan kalangan profesional itu tercetus setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melakukan kunjungan selama empat hari di Jerman.

Kunjungan itu merupakan rangkaian dari agenda penguatan kerja sama kedua negara di sektor pendidikan, salah satunya mengenai mutu pelatihan di sekolah dan mutu buku.


"Kami ingin tenaga-tenaga ahli mereka untuk mengajar di Indonesia," ujar Anies kepada CNNIndonesia.com di kantor Kemdikbud, Jumat (1/7).

Anies menyatakan para profesional Jerman nantinya akan ditempatkan di berbagai sekolah kejuruan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan harapan dapat melatih bakat para siswa sesuai dengan keahlian para profesional tersebut.

Para tenaga profesional Jerman yang didatangkan nantinya merupakan para profesional yang tergabung dalam Senior Experten Service (SES), sebuah organisasi perkumpulan para veteran atau pensiunan profesional Jerman yang secara sukarela bekerja di berbagai belahan dunia. Saat ini, sekitar 12 ribu tenaga profesional menjadi anggota SES.

SES sendiri telah berpengalaman dalam mengirimkan tenaga profesionalnya ke berbagai negara. Biaya transportasi dan persiapan tenaga profesional SES di negara mitra ditanggung oleh pemerintah Jerman sendiri. Negara mitra cukup hanya menyediakan biaya transportasi sehari-hari dan biaya hidup dengan standar minimal.

"Mereka (Jerman) siap mengirimkan ratusan profesional, tinggal Indonesia sebutkan apa yang dibutuhkan," kata Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyatakan, program tenaga profesional Jerman ini akan mulai diimplentasikan pada tahun ajaran mendatang (2016/2017). Salah satu program vokasi yang menjadi prioritas Kemdikbud untuk ditingkatkan adalah program kejuruan pariwisata, kemaritiman, dan pertanian.

Anies beserta jajaran di kementeriannya menyambangi Bonn, Jerman, pada 26 hingga 30 Juli kemarin. Kunjungan dilakukan Anies guna memperkuat kerja sama antarkedua negara khususnya di bidang pendidikan. Selama empat hari, Anies mengunjungi berbagai lembaga pendidikan kejuruan di Jerman guna meninjau sistem belajar dan mengajar SMK di Jerman.

Pendidikan Sistem Ganda

Selain mengirimkan tenaga profesional Jerman ke Indonesia, Anies menyatakan, pemerintah berencana menerapkan pendidikan vokasi dengan sistem ganda (dual system) di sekolah-sekolah kejuruan Indonesia.

Metode pembelajaran itu diambil dari model sistem yang sukses diterapkan sekolah-sekolah kejuruan di Jerman. Sistem ini menggabungkan dua metode pembelajaran yakni metode pengajaran teori di ruang kelas dan praktik magang di industri-industri.

Dalam kunjungannya ke Jerman, Anies melihat langsung metode belajar dan mengajar sekolah-sekolah kejuruan disana. Salah satunya SMK Gewerbe Schule Groß Gerau  (GSGG) yang memiliki sekitar 2.700 siswa.

SMK GSGG memiliki mitra lebih dari 800 perusahaan. Para siswa GSGG, menjelang usainya masa pendidikan vokasi, akan melaksanakan program magang selama beberapa waktu di perusahaan-perusahaan mitra sekolah.

Salah satunya program magang siswa sekolah kejuruan di perusahaan manufaktur automotif GKN Driveline. GKN Driveline merupakan perusahaan pembuat komponen otomotif berteknologi tinggi di Lohmar, Jerman, yang hanya memiliki 500 karyawan tapi mampu mencetak omset penjualan sekitar 160 juta Euro per tahun.

Menurut Anies, GKN Driveline berhasil membuktikan bahwa proses pelatihan teknis dengan keterampilan tinggi dapat dilakukan secara berlanjut berkat kerjasama pelatihan sistem ganda dengan berbagai SMK di Negara Bagian Jerman.

Anies menyatakan, model pelatihan kejuruan dengan sistem ganda ini tetap akan disesuaikan dengan peta jalan pengembangan dan kurikulum SMK yang sudah disusun pemerintah.

"Model ini tidak bisa semata-mata diterapkan di Indonesia. Kami hanya jadikan metode pembelajaran di Jerman ini sebagai referensi untuk bahan pengembangan model-model pendidikan kejuruan di Indonesia," tambah Anies. (gil/gil)