"Ya tersangka dan sudah ditahan sejak malam tadi," ujar Kapolsek Gambir AKBP Ida Ketut Gahananta Krina Rendra saat dikonfirmasi detikcom Kamis (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan detikcom sebelumnya, Setiawati kala itu memesan Uber Car untuk pulang ke tempat kosnya di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Usai melakukan pemesanan, driver Uber AS pun datang menggunakan mobil Ford Everest.
Menurut Tia, AS sudah bersikap ketus dan tak bersahabat sejak dirinya masuk mobil. Sampai akhirnya mobil melintas di bilangan Jl Ir. H. Juanda, emosi AS meledak.
Tia mengatakan AS saat itu marah-marah dan meminta mereka semua turun dari mobil. AS tak mau mengantar Tia ke tempat tujuan karena jauh dan lalu lintas macet.
Tia dan rekannya tak terima disuruh turun dari mobil, terlebih saat itu kondisi ibu Tia tengah sakit. Perdebatan di dalam mobil pun akhirnya tak bisa dihindarkan.
"Dia bentak-bentak sambil nodongin pistol bilang, 'saya berhak, enggak bisa, turun semua. Saya yang punya mobil terserah saya, kalian enggak tahu saya anggota'," ujar Tia menirukan kembali ucapan AS saat itu.
Mendapat perlakuan kasar dan ancaman seperti itu, Tia bersama ibu dan rekannya memilih turun dari mobil dan mengeluarkan gembolan barang-barang bawaan.
Menurut Tia, di jalan tersebut AS juga menodongkan pistol, mencekik dan menampar rekannya Elsa dua kali. Ibunya yang tengah sakit itu pun sampai pingsan karena ketakutan.
Beruntung di dekat lokasi ada pos polisi. Tia pun lari meminta pertolongan. Polisi lalu datang dan mengamankan pelaku di pos polisi tersebut. Saat diperiksa polisi, pistol AS ternyata hanya softgun.
Di pos polisi itu AS sempat meminta maaf namun Tia tidak menerima perlakuannya. Tia pun lantas melaporkan perkara tersebut ke Polsek Gambir dengan laporan kasus tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan.
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak Uber mengambil langkah untuk menonaktifkan AS.
"Kami konfirmasikan bahwa pengemudi yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari platform Uber segera setelah kami mengetahui tentang insiden tersebut," ujar Dian Safitri, Head of Communications Uber Indonesia dalam pernyataanya, Rabu (6/7). (gil)