Menurut Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, KPU masih dalam keadaan berduka sehingga belum dapat membahas pergantian tersebut.
"Belum ada agenda khusus (bahas pengganti Husni). Yang pasti kami masih masa takziah, masih berduka," kata Ferry di Kantor KPU, Jakarta, Senin (11/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pleno Senin itu pleno rutin kami. Kalau enggak bahas apa-apa berarti kami masih dalam keadaan berkabung. Tapi semuanya nanti ditentukan dalam pleno, termasuk pergantian antar waktu (PAW) nanti kami bahas di sana," tuturnya.
"Lihat saja nanti perkembangannya. Saya kira masih ada waktu jadi paling tidak kita akan membahas perkembangan kegiatan yang telah diagendakan terlebih dahulu," kata Hadar.
Dia juga mengaku belum mengetahui secara persis nama yang telah disiapkan sebagai pengganti Husni. Namun dia memastikan, pemilihan anggota KPU akan ditentukan oleh para komisioner yang ada.
"Jadi tidak melibatkan pihak lain. Tapi sekali lagi, kami saat ini masih dalam suasana berduka. saya kira tidak harus memaksakan," ucapnya.
Posisi Ketua KPU nantinya, lanjut Hadar, akan diisi salah satu komisioner berdasarkan hasil rembukan keenam pimpinan.
"Kami bisa mendapatkan calon yang baru berdasarkan urutan hasil fit and proper test di Komisi II pada tahun 2012. Itu sudah jelas urutannya. Nanti itu yang kemudian akan digunakan setelah dicek masih memenuhi syarat lalu akan diajukan dan dilantik," tuturnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya memberikan 14 nama kepada Komisi II DPR untuk dipilih dan diseleksi menjadi tujuh orang Komisioner KPU.
Tujuh kandidat lainnya yang tersisih saat itu ialah Hasyim Asyari (32), Ari Darmastuti (31), Enny Urbaningsih (23), Muhammad Najib (3), Zainal Abidin (1), Mohammad Adhy Syahputra Aman (1), dan Evie Aridne Shinta Dewi (0).
Hari ini, pertama kalinya KPU memulai aktifitas tanpa Husni Kamil Manik. Kegiatan dimulai dengan halalbihalal setelah para komisioner dan pegawai KPU mendapat libur dan cuti bersama untuk merayakan Idul Fitri 1437 H.
Lantunan surat Al Fatihah juga sempat dibacakan seluruh komisioner dan pegawai KPU untuk mendoakan Husni.