“Sebenarnya sudah ada moratorium (ekspor batu bara) dan larangan dari pemerintah untuk melewati daerah-daerah rawan. Itu semestinya ditaati,” kata pengamat intelijen dan terorisme Wawan Purwanto seperti dilansir Antara.
Moratorium yang ia maksud ialah penghentian sementara pengiriman batu bara ke Filipina, sedangkan larangan melintas diterapkan untuk wilayah selatan Filipina sekitar Zamboanga di Mindanao dan Sulu. Sulu juga merupakan lokasi penyanderaan tujuh anak buah kapal Indonesia yang diculik pada 20 Juni lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Wawan menegaskan pelaut Indonesia harus memilih jalur-jalur netral demi keselamatan mereka. Jika sudah celaka di Filipina selatan, ujarnya, pemerintah Republik Indonesia sulit untuk bertindak karena perairan itu sudah di luar teritori Indonesia.
Asal Flores
Tiga pelaut Indonesia yang diculik Sabtu pekan lalu di perairan Sabah berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Daerah asal ketiganya diketahui setelah pemerintah RU menelusuri desa-desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Salah satu di antaranya memang belum diketahui desa asalnya, tetapi yang pasti ketiganya dari Flores Timur,” kata Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin, di Larantuka, Flores Timur.
Kapten kapal dengan identitas Lorens Koten, ujarnya, lahir dan besar di Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur. Ia meninggalkan kampung halaman belasan tahun untuk merantau, dan menikah dengan perempuan Toraja hingga kini memiliki KTP Toraja, Sulawesi Selatan.
Sementara awak kapal Theodorus Kopong berasal dari Dusun III Desa Adobala, Kecamatan Klubagolit, Adonara, Solor, Flores Timur. Berdasarkan KTP-nya, ia masih berstatus mahasiswa.
Sementara awak kapal bernama Emanuel Arakian, menurut keterangan pada paspornya berasal dari Desa Lamahoda, Flores Timur. Namun pemerintah desa setempat tidak mengenalnya. Selanjutnya setelah mengecek data kependudukan, ia diketahui berasal dari Adonara bagian tengah.
Saat ini tim dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Flores Timur masih menelusuri desa asal Emanuel di Adonara.