Ahok mengibaratkan keunggulan maju dengan sokongan partai seperti menaiki mobil mewah Mercedes-Benz, sedangkan lewat jalur perseorangan layaknya menaiki bus.
"(Keunggulan partai politik) ya, kayak naik Mercedes, (independen) naik bus saja," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, saat ini NasDem memiliki 5 kursi, Hanura 10 kursi, dan Golkar mempunyai 9 kursi, sehingga total kursi yang dimiliki tiga partai ini adalah 24 kursi.
KTP tersebut akan diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada calon pendukung. Jalur ini lebih riskan dan berisiko ketimbang partai politik. Jika gagal pada tahapan tersebut, Ahok juga gagal menjadi calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada tahun depan.
Walaupun begitu, Ahok tak bisa serta merta memutuskan pilihannya sendiri. Ahok tak ingin mengecewakan Teman Ahok yang sudah mengumpulkan lebih dari satu juta KTP dukungan. Ahok mengatakan akhir pekan ini, dia akan bertemu dengan Teman Ahok untuk saling bertukar pikiran.
"Kan saya mesti tanya mereka, lebih kurangnya apa, maunya gimana, gituloh," tutur Ahok.
(obs)