Kesepakatan trilateral ini dinilai dapat mengatasi pembajakan kapal di perairan Indonesia-Malaysia-Filipina yang telah terjadi berulang kali.
Menurut Juru Bicara Presiden Johan Budi, Jokowi menyampaikan pesan ini kepada pada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, kesepakatan untuk membentuk national vocal point antara tiga negara untuk memfasilitasi berbagi informasi dan intelijen, serta koordinasi dalam waktu singkat menanggapi kejadian gawat darurat.
Sejak awal 2016 terjadi pembajakan kapal yang berujung pada penyanderaan anak buah kapal berwarga negara Indonesia sebanyak empat kali.
"Ini terkait keamanan perairan karena bukan sekali dua kali, sudah lebih dari sekali," kata dia.
“Patroli (gabungan) kan harus latihan dulu. Kalau enggak latihan, kacau. Latihan ini kemarin terkendala puasa, lebaran. (Akan digelar) minggu ini atau minggu depan,” kata Ryamizard kemarin.
Latihan akan dilakukan di perairan rawan yang kerap menjadi lokasi para militan bersenjata Filipina memburu target untuk disandera.