Penyerahan tongkat komando dilakukan dalam rangkaian upacara serah terima jabatan Kapolri yang dilaksanakan hari ini di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian - Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta.
Usai serah terima, Budi langsung bergegas meninggalkan PTIK untuk meluncur ke Istana Negara guna memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo. Budi pun meninggalkan acara pisah sambut Kapolri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat itu hadir, diantaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.
Sebelumnya, Budi Waseso yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pun tidak hadir saat Jokowi melantik Tito Karnavian sebagai Kepala Polri di Istana.
Budi mengungkapkan alasannya tak hadir karena harus bertemu dengan Gubernur Bank Indonesia. Oleh sebab itu, Budi mengirim salah satu pejabat BNN untuk mewakili dirinya.
"Ada pertemuan yang tertunda, termasuk dengan Gubernur BI makanya kemarin diwakilkan," kata Budi.
Selain itu perwakilan dari partai politik pun hadir, yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.
Keputusan pengangkatan Tito sebagai Kapolri tertera dalam Keputusan Presiden No. 48 tahun 2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri.
Presiden Joko Widodo dalam amanatnya mengatakan bahwa Tito harus bisa bisa menjaga soliditas dari seluruh jajaran kepolisian. Karena menurutnya itulah salah satu kunci dari reformasi Polri ke depan.'' (rel)