Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menyemai garam di angkasa itu.
Garam disebar menggunakan pesawat Cassa bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Hari ini akan ada dua kali penerbangan di wilayah langit Bengkalis, Siak dan Pelalawan," kata Anggota Satgas Letnan Satu Sheriff di Pekanbaru, Senin (18/7) seperti diberitakan Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sheriff berkata, tiga wilayah itu dipilih karena terpantau awan pada ketinggian 8.000-11.000 kaki yang berpotensi untuk menghasilkan hujan dengan teknologi modifikasi cuaca.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edwar Sanger mengatakan modifikasi cuaca hujan buatan akan terus dilakukan hingga Riau memasuki musim hujan pada bulan September.
Keberadaan titik api di Riau dalam sebulan terakhir terpantau meningkat. Kebakaran hutan dan laha telah terjadi di sejumlah wilayah Riau seperti Pelalawan, Siak, Dumai, dan Kampar.
Untuk memadamkannya, Satgas Karhutla telah mengerahkan dua unit helikopter dan dua pesawat pengebom air.
BPBD Riau mencatat ada 1.400 hektare hutan dan lahan di Riau yang terbakar sejak Januari. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyebut 20 persen lahan yang terbakar milik perusahaan. (sur/antara/sur)