“Evaluasi rutin dilakukan untuk meminimalisir terjadinya peningkatan titik api guna mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Menteri KLHK, Siti Nurbaya di kantor KLHK pada Selasa (12/7).
Setiap satu semester, tutur Siti, satgas-satgas terpadu di daerah-daerah dievaluasi berdasarkan hasil monitoring pemerintah daerah dan juga KLHK sendiri. Setiap semesternya, pemerintah memberikan penghargaan dan juga koreksi kepada setiap satgas yang ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, sebelumnya Siti telah menghimbau kepada otoritas daerah dan lembaga-lembaga terkait untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem regulasi tata air di masing-masing wilayah sebagai upaya pencegahan peningkatan titik api dan kebakaran pada lahan serta hutan.
Titik api di beberapa wilayah terutama Sumatera dan Kalimantan mulai mencemaskan. Pemerintah perlu serius mengantisipasi kebakaran hutan.
“Kami waspada dan segera memadamkan apabila ada titik api,” kata Yulizar, Selasa (12/7) seperti dilaporkan Antara.
Pemantauan dan pemadaman titik api kini menggunakan bantuan helikopter untuk memantau dari udara. Selain itu ada tim darat diantaranya anggota TNI, Polri dan Manggala Agni dalam mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyatakan menemukan titik api di sejumlah titik antara Kabupaten Katingan hingga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng agar segera berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mencari dan segera memadamkan titik api tersebut.
Berdasarkan prediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada Juli 2016 Provinsi nomor dua terluas di Indonesia ini akan mengalami kemarau serta rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. (yul)