Kesembilan nama calon komisioner KPI tersebut adalah Nuning Rodiyah, Sudjarwanto Rahmat Muh Arifin, Yulindre Darwis, Ubaidilah, Dewi Setyarini, Obsatar Sinaga, Mayong Suryo Laksono, Hardly Stefano Fenelon Pariela, dan Agung Suprio.
Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dalam laporannya mengatakan keputusan memilih sembilan nama itu berdasarkan pemilihan suara. Hal itu dilakukan setelah proses uji kelayakan dan kepatutan yang sebelumnya berlangsung terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah laporan dibacakan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang memimpin rapat meminta persetujuan kepada anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna.
Namun, anggota Komisi III DPR Fraksi Nasdem Akbar Faisal menginterupsi untuk memberi catatan terhadap sembilan komisioner KPI terpilih.
Dia mengungkapkan kekecewaannya lantar komisioner KPI periode sebelumnya terkooptasi dan memojokan ruang publik.
"Saya minta yang sekarang jangan lakukan kesalahan sama. Selamatkan anak-anak kami, ruang publik. Ini soal kontennya. Kalau soal kepentingan kami sudah tau semua," ujar Akbar.
“Tolong sampaikan kepada yang memberitakan, harus sadar, waspadai contohnya Pokemon. Belum launching, tapi tiap hari diberitain Pokemon," ucap Ruhut.
Ruhut menilai pemberitaan tentang Pokemon menjadi iklan gratis bagi aplikasi tersebut. Dia meminta agar komisioner baru turut memperhatikan perkembangan permainan ini. (asa)