"Iya harus tegas. Hidup saya begitu. Iya dan tidak. Tidak ada grey area," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (29/7).
Luhut menuturkan, ia akan membedah permasalahan reklamasi Jakarta dengan mengurutkan rangkaian peristiwa yang mengiringi kasus itu. Ia berkata, ketegasannya menyelesaikan reklamasi itu akan berdampak pada posisi tawar pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta terdiri dari pembangunan 17 pulau. Komite Gabungan yang bertugas mengkaji ulang pelaksanaan reklamasi teluk Jakarta menemukan beberapa pelanggaran berat dalam pembangunan Pulau G. Salah satunya, proyek itu mengganggu proyek vital dan strategis.
Alasan yang disebut Rizal berhubungan dengan perusakan lingkungan, gangguan pelayaran serta terhalangnya aliran kabel listrik dan pipa gas.
Belasan Ide Jokowi
Luhut pagi tadi menghadap Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, Jokowi memaparkan 15 ide besar terkait kemaritiman kepada Luhut. Reklamasi merupakan salah satu dari ide besar itu.
Luhut menuturkan, ide-ide itu harus diselesaikan selama dia menjabat sebagai Menko Kemaritiman.
"Beliau memberikan misi besar dan mau itu sukses. Saya mencoba memenuhi keinginan-keinginan yang disampaikan Pak Presiden," ucapnya.
Luhut enggan merinci ide-ide besar yang diutarakan Jokowi kepadanya. Misi dan pesan tersebut, kata Luhut, akan disampaikannya ke jajaran di Kementerian Kemaritiman dan sejumlah kementerian dan lembaga di bawah koordinasinya.