"Kita tidak mungkin mengusut sesuatu dari orang yang sudah meninggal apalagi pernyataan tersebut tidak jelas ditujukan ke mana. Jadi kita tidak perlu berpolemik soal itu," kata Wiranto usai mendampingi Presiden Joko Widodo membuka pameran di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, dalam perspektif hukum, perlu adanya satu persyaratan agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti. Kesaksian, bagi Wiranto, menjadi syarat yang harus dipenuhi.
"Kita manfaatkan saja untuk introspeksi aparat penegak hukum untuk masalah narkoba agar menjalankan tugas dengan baik," ujarnya.
Meski demikian, narkoba tetap menjadi persoalan utama yang harus diberantas aparat penegak hukum. Oleh karena itu, Wiranto pun menegaskan, aparat yang berkecimpung dalam pemberantasan narkoba diminta untuk tidak terpengaruh dengan bisnis narkoba.
"Jangan sampai mereka main-main dengan masalah ini. Kalau aparat penegak hukum terkait masalah ini (narkoba) kalau main-main dengan masalah itu kami akan tindak tegas," kata Wiranto.
Artikel berjudul "Cerita Busuk dari Seorang Bandit" ditulis Haris Azhar dan beredar melalui media sosial setelah eksekusi mati Fredi Budiman dilakukan pada Jumat (29/7).
Tulisan itu berisi informasi yang disampaikan Fredi kepada Haris pada dua tahun lalu. Dalam artikel itu disebutkan adanya sejumlah oknum penegak hukum yang diduga ikut berperan dalam bisnis narkoba yang melibatkan Fredi, di antaranya dari institusi Badan Narkotika Nasional, Polri, dan Bea Cukai.
(obs)