Pengangkatan Abraham didasarkan pada SK-169/MBU/08/2016 dan seremoni yang dipimpin Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno, di Jakarta, kemarin.
Usai upacara pengangkatan, Abraham berkata, ia akan mengembangkan prooduk yang tidak termasuk kategori senjata. " Itu untuk menopang pembiayaan produksi bisnis inti," ujarnya seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada subsidi silang. Core bisnis tetap, tapi kemampuan produksi non-militer juga harus ditingkatkan karena peluangnya sangat besar," kata dia.
Sementara itu, Kementerian BUMN menyebut Silmy Karim sebenarnya telah menghadirkan sejumlah kemajuan bagi Pindad.
"Pak Silmy punya prestasi bagus, membawa kinerja perusahaan ke tingkat yang lebih baik," ujar Fajar Harry Sampurno.
Lihat juga:Kontribusi Pindad ke TNI Baru 10 Persen |
Akhir Juli lalu, usai rapat Komite Kebijakan Industri Pertahanan di Kantor Presiden, Silmy menyebut Pindad baru berkontribusi lima hingga sepuluh persen terhadap pemenuhan alat utama sistem persenjataan TNI.
Itu bisa ditingkatkan lagi, tapi ada pekerjaan rumah bahwa industri pertahanan harus direvitalisasi dan direstrukturisasi," ujarnya.
Silmy berkata, pada tahun 2015 perusahaannya meningkatkan kontrak kerja sama penjualan senjata hingga 79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun itu pula, kata dia, produktivitas PT Pindad naik hingga 122 persen.