Khusus komunikasi dengan PDI Perjuangan, kata Arsul, langsung dilakukan antara Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Kalau dengan PDI Perjuangan, PPP melakukan komunikasi pada level tertinggi yaitu Pak Romi selaku ketua umum bersama Bu Mega," kata Arsul di Gedung DPR, kemarin malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesepakatannya itu adalah sepakat untuk tidak mengusung petahana. Sepakat untuk mencarikan pertahanan lawan yang sepadan," ujar Arsul.
Pilihan itu diantaranya adalah Wali Kota Tri Rismaharini, Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso dan pengusaha Sandiaga Uno. PPP, kata Arsul, menjatuhkan pilihan utamanya kepada Risma.
"Tetapi karena Bu Risma itu kader PDI Perjuangan, etika dan kesantunan politiknya, harus menunggu dulu dari PDI Perjuangan seperti apa," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu PPP, Arwani Thomafi, menyebut Risma menjadi salah satu kandidat kuat yang akan didukung partainya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Yang pasti nama Risma salah satu yang ada di meja Ketua Umum PPP," kata Arwani saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
(meg)