"Sebagai sesama pelaut, kami berharap rekan-rekan kami yang saat ini sedang disandera kelompok bersenjata di Filipina, dapat segera dibebaskan," ujar Rafit, seorang anggota PPI, seperti dilansir Antara.
Rafit menyebut para pelaut khawatir dengan kondisi para kolega mereka. Setelah kurang lebih 51 hari disekap kelompok bersenjata, tanda-tanda pembebasan belum juga muncul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elona, istri Robin Piter yang saat ini disandera militan Filipina, masih menjaga harapan bahwa suaminya dapat pulang ke rumah dengan selamat. "Intinya saya ingin suami saya cepat pulang," kata dia.
Saat melintas di perairan Pulau Jolo, kapal tunda itu dicegat dua kelompok bersenjata berbeda. Kelompok penyandera pertama menculik nahkoda Ferry Arifin, kepala kamar mesin Muhammad Mahbrur Dahri dan masinis Edi Suryono.
Sementara itu, gerombolan penyandera kedua menculik Ismail (Mualim I), Muhammad Nasir (Masinis III), Muhammad Sofyan (Oliman), serta Muhammad Robin Piter (juru mudi).
Enam kru kapal tunda Charles lainnya, yakni Andi Wahyu (Mualim II), Syahril (Masinis IV), Albertus Temu Slamet (juru mudi), Reidgar Frederik Lahiwu (juru mudi), Rudi Kurniawan (juru mudi) dan Agung E Saputra (juru masak) juga masuk dalam daftar sandera tersebut.
Lihat juga:Pengamanan Laut Belum Jadi Prioritas Utama |