Christoper mengungkapkan hal itu saat menjadi saksi ahli dalam persidangan kasus kopi beracun dengan terdakwa Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8). "Jessica punya akses paling lama pada kopi itu," ujarnya, Rabu (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut catatan Christopher, hanya ada tiga pegawai Olivier lain, yakni Marlon yang mengantar koktail selama 22 detik, Sari yang membereskan gelas sisa es kopi vietnam ke pantry selama satu menit lima detik, dan Ahmar yang membereskan gelas sisa koktail selama sembilan detik.
Christopher meyakini tak ada tindakan yang mencurigakan dari barista pembuat es kopi vietnam, Rangga. Hal ini terlihat dari rekaman CCTV yang menunjukkan proses pengambilan es batu secara normal dari mesin hingga penuangan susu dalam gelas VIC.
Rabu siang tadi, persidangan kasus kematian Mirna juga menghadirkan ahli digital forensik dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, AKBP Muhammad Nuh Al-Azhar.
Nuh menjelaskan hasil analisa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) kafe Olivier yang diberikan penyidik. Rekaman itu disimpan dalam sebuah flashdisk dengan kapasitas 32 gigabit.
Rekaman CCTV tersebut memuat tayangan Jessica saat mendatangi kafe Olivier bersama korban Wayan Mirna Salihin dan temannya Hani Juwita Boon pada 6 Januari lalu.
"Dalam flashdisk itu ditemukan 29 files. Kami pastikan dulu apakah dalam files itu ada perubahan atau tidak," ujar Nuh. (abm)