Kepala BRG Nazir Foead mengatakan penggunaan sumur bor sangat efektif dan efisien untuk menjaga kadar air di wilayah gambut. Sumur bor, katanya, dinilai bisa lebih cepat untuk membasahi lahan gambut yang kering.
"Kami optimalkan pemanfaatan sumur bor untuk mitigasi kebakaran lahan gambut. Tahun ini terbukti sumur bor bisa tangani kebakaran gambut dengan cepat karena sumber airnya persis di lokasi itu," ujar Nazir pada sesi diskusi bersama media di kantor BRG, Senin (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nazir, penggunaan sumur bor mampu memadamkan titik api kebakaran hanya dalam waktu tiga jam saja di sejumlah tempat rawan kebakaran di Kalimantan Tengah. Sedangkan mobil tanki air baru bisa padamkan titik api sekotar 5–6 jam.
BRG telah mencanangkan program pemanfaatan sumur bor di beberapa wilayah prioritas dan rawan kebakaran gambut. Kalimantan Tengah, Riau, dan Kalimantan Selatan telah mencanangkan pemanfaatan sumur bor dari total tujuh provinsi prioritas BRG. (asa)