"Kami selalu mengikuti perkembangan teman-teman yang tersandera dengan cara khusus yaitu kerjasama intelijen," kata Wiranto saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/8).
Dia mengatakan saat ini pemerintah masih terus mengupayakan pembebasan sandera warga negara Indonesia yang ditawan kelompok militan pimpinan Abu Sayyaf. Menurutnya, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah, baik diplomasi antarnegara maupun kerja sama lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wiranto menyebut kelompok penyandera melakukan perang urat syaraf untuk mempengaruhi psikologi pemerintah Indonesia dan keluarga korban. Para sandera dikabarkan mengalami sakit dalam penyanderaan lebih dari satu bulan belakangan.
Anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia selama ini menjadi langganan penyanderaan kelompok militan di Filipina. Sebelumnya, ada 14 WNI yang kini telah bebas setelah diculik kelompok Abu Sayyaf. (asa)