"Saya harap akhir tahun sudah ada modelnya. Banyak kabupaten menawarkan diri jadi pilot project," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Mantan rektor Universitas Muhamadiyah Malang ini berkata, pemerintah tidak akan langsung melaksanakan program full day school. Penyiapan anggaran hingga peningkatan kompetensi guru merupakan penyebabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mungkin mengubah kurikulum, saya bisa jadi bulan-bulanan. Pendidikan karakter tidak mungkin masuk struktur pelajaran, karena sikap tidak termasuk ilmu pengetahuan," tuturnya.
"Jadi, anak pulang jam lima sore, orang tuanya bisa jemput sehingga anak kita tetap ada yang bertanggung jawab setelah dilepas oleh pihak sekolah," ucap Muhadjir pekan lalu.
Mendapat Restu Jokowi
Muhadjir mengklaim telah mendapatkan dukungan Presiden Joko Widodo untuk menerapkan program full day school. Program itu dianggap sebagai implementasi dari wacana revolusi mental yang diusung Jokowi sejak kampanye pemilihan presiden tahun 2014.
"Presiden menelepon saya. Dia katakan, program itu belum akan dilaksanakan sekarang, tapi masih satu atau dua tahun lagi. Secara tidak langsung dia memberikan dukungan," ucapnya di Jakarta, kemarin.
Muhadjir menuturkan, saat ditunjuk menjadi menteri, Jokowi menitipkan tiga persoalan kepadanya, yaitu mempertajam pendidikan vokasi, mempercepat persebaran Kartu Indonesia Pintar dan merealisasikan pendidikan karakter.
Terkait pendidikan karakter, kata Muhadjir, Jokowi tidak secara eksplisit menyebut satu program tertentu, termasuk sekolah sehari penuh. "Revolusi mental belum diwujudkan. Ini adalah satu upaya," ujarnya.
Ia mengatakan, pendidikan karakter sangat pas diterapkan bagi peserta pendidikan dasar. "Ibarat besi, mau dibentuk menjadi apa, ya saat proses menempa," kata dia.
Muhadjir tidak akan memasukkan program sekolah sehari penuh ke dalam kurikulum. Ia merasa tidak akan mendapatkan dukungan untuk mengganti kurikulum.
"Ini alternatif yang paling mungkin. Ganti kurikulum tidak mungkin. Saya baru ditunjuk masa sudah ganti kurikulum. Saya pikir presiden juga tidak akan berkenan," tuturnya. (gil)