Pertemuan tersebut berlangsung empat mata, tanpa didamping oleh jajaran anak buah masing-masing institusi. Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno membenarkan adanya pertemuan tersebut.
"Tadi hanya Kepala PPATK dan Kapolri saja," kata Dwi saat dikonfirmasi, Selasa,(16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silakan hubungi Kepala PPATK saja," ujarnya kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (16/8).
Sebelumnya, PPATK menyatakan pihaknya menemukan aliran dana bernilai ratusan miliar rupiah yang diduga dari gembong narkotik kepada terpidana mati kasus narkotik yang dieksekusi mati, Fredi Budiman. Fredi dieksekusi pada akhir Juli lalu.
Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengungkapkan hal itu di sela-sela acara International Meeting on Couter Terrorism (IMCT) di Bali, pekan lalu. Yusuf menuturkan bahwa pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada aparat penegah hukum.