Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon mengusulkan agar pemerintah segera membentuk tim pencari fakta untuk menindaklanjuti keterlibatan Arcandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di dalam Kabinet Kerja.
"Ini harus dibuka, siapa yang menyisipkan dengan sengaja seorang warga negara asing menjadi pembantu presiden di bidang yang sangat strategis. Ini sangat serius," kata Effendi di sela Rapat Tahunan MPR RI, di Gedung Nusantara DPR, Jakarta, Selasa (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menduga ada banyak manipulasi yang dilakukan Arcandra saat menjabat sebagai menteri ESDM selama 20 hari. Effendi menyatakan kecurigaannya soal Arcandra yang lebih mengutamakan kepentingan asing saat menandatangani perizinan Freeport.
Tanggung Jawab Sendiri
Sementara itu, pakar hukum Tata Negara Refly Harun menilai permasalahan polemik kewarganegaraan Arcandra bukan pada pemerintah. "Tanggung jawab terbesar ada pada Arcandra sendiri," kata Refly saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (16/8).
"Arcandra ini kan masuk pakai paspor Indonesia, tampangnya juga orang Indonesia. Tidak akan ada yang menyangka kalau dia berkewarganegaraan Amerika," ujar Refly.
Menurutnya, Archandra yang hendak ditunjuk sebagai pejabat publik mestinya jujur menjelaskan keadaannya yang sudah pasti berkonsekuensi hukum. "Dan siapapun yang memperkenalkan Arcandra pada Presiden mesti menjelaskan lengkap," kata Refly. (asa)