"Mengenai teknis apa yang kami hasilkan, lebih baik tidak usah kami sampaikan. Karena kalau kami sampaikan, pihak yang akan ditanya tahu materinya apa," kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (18/8).
Tito juga enggan memaparkan soal pertemuannya dengan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf, Selasa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum Tito menjelaskan, Tim Independen sedang menelusuri transaksi keuangan Fredi. Ada beberapa sumber informasi yang saat ini dimintai keterangan.
Tito berkata, jika pihaknya menemukan indikasi pelanggaran pidana, lembaganya akan memproses transaksi itu ke tahap penyidikan.
"Biar kredibel, jangan sampai nanti polisi dianggap menutup-nutupi," kata Tito.
Ketika dihubungi CNNIndonesia.com, salah satu anggota tim, Satrio Abdillah Wirataru, juga tidak banyak membuka perkembangan tim ini.
Satrio yang menjabat staf penanganan kasus di Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) itu mengatakan hasil investigasi akan dikeluarkan berkala.
Menurut Satrio, timnya masih menerima aduan dan menginvestigasi untuk pengumpulan data. Tim itu juga turut menyelidiki aliran dana komplotan Fredi saat masih menguasai jaringan narkotik.
"Itu (aliran dana) kami telusuri juga berdasarkan operasi Fredi dulu. Hasilnya kami keluarkan berkala," kata Satrio.
Sebelumnya, dugaan perkara ini mencuat setelah Koordinator KontraS Harris Azhar mengungkap hasil wawancaranya dengan Fredi, 2014 silam. Pernyataan Harris dibuat setelah Fredi dieksekusi mati di Nusakambangan, Juli lalu.
Lihat juga:Kepala PPATK Temui Kapolri Diam-Diam |