Tiga korban tersebut adalah Arief Radifan (20 tahun), Fadhli Radipan (20) dan Yosaphat Lintang Nitibaskara (22).
Arief dan Fadhli berstatus sebagai siswa Perkasa Flight School. Keduanya merupakan saudara kembar. Sementara Yosaphat adalah instruktur pada sekolah penerbangan yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pesawat itu lepas landas dari Bandara Nusa Biru, Pangandaran. Ketiga awak pesawat hendak menuju area pelatihan di Cipatujah, Tasikmalaya.
"Kondisi pesawat rusak berat," tulis Sutopo dalam keterangan tertulisnya.
Berdasarkan pantauan, pesawat itu mendarat dalam posisi terbalik. Ekor pesawat masih utuh, sedangkan sayap pesawat terlihat patah.
Perkasa Flight School adalah sekolah penerbangan yang berafiliasi dengan PT Mitra Aviasi Perkasa. Mereka menyediakan program sekolah singkat untuk calon pilot yang berdurasi 12 hingga 15 bulan.
Sekolah tersebut memiliki empat area latihan, yaitu di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap; Bandara Nusa Biru, Pangandaran; Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, dan Bandara Raja Isa Fisabilillah, Tanjung Pinang. (abm)