Korban Pesawat Jatuh di Tasikmalaya Dirawat Intensif

Abraham Utama, CNN Indonesia | Jumat, 19/08/2016 10:24 WIB
Korban Pesawat Jatuh di Tasikmalaya Dirawat Intensif Pesawat capung milik Perkasa Flight School mendarat darurat di Tasikmalaya, Kamis (18/8), akibat mesin mati. (Dokumen BNPB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat capung jenis Fiver Cessna berkode penerbangan PK-PBG jatuh di Desa Kujang, Kecamatan Karangnunggal, Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin. Tiga awak pesawat itu saat ini mendapatkan perawatan intensif di puskesmas setempat.

Tiga korban tersebut adalah Arief Radifan (20 tahun), Fadhli Radipan (20) dan Yosaphat Lintang Nitibaskara (22).

Arief dan Fadhli berstatus sebagai siswa Perkasa Flight School. Keduanya merupakan saudara kembar. Sementara Yosaphat adalah instruktur pada sekolah penerbangan yang sama.


"Korban dalam keadaan selamat, mereka hanya syok," ucap Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Yusri Yunus, kemarin, seperti dilansir Antara.

Menurut data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pesawat itu lepas landas dari Bandara Nusa Biru, Pangandaran. Ketiga awak pesawat hendak menuju area pelatihan di Cipatujah, Tasikmalaya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho berkata, sekitar pukul 15.10 WIB mesin pesawat mati. Lima menit kemudian, pesawat itu mendarat darurat di persawahan yang berada di Desa Kujang.

"Kondisi pesawat rusak berat," tulis Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan pantauan, pesawat itu mendarat dalam posisi terbalik. Ekor pesawat masih utuh, sedangkan sayap pesawat terlihat patah.

Perkasa Flight School adalah sekolah penerbangan yang berafiliasi dengan PT Mitra Aviasi Perkasa. Mereka menyediakan program sekolah singkat untuk calon pilot yang berdurasi 12 hingga 15 bulan.

Sekolah tersebut memiliki empat area latihan, yaitu di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap; Bandara Nusa Biru, Pangandaran; Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, dan Bandara Raja Isa Fisabilillah, Tanjung Pinang. (abm/abm)