September 2014, pesawat Cessna 172 milik Merpati Pilot School jatuh di Bandara Trunojoyo, Sumenep, Jawa Timur. Siswa yang menerbangkan pesawat itu, Haris Yondi Adzakarahman, tewas.
Usai kejadian tersebut, Merpati Pilot School membekukan kegiatan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesin pesawat milik PT Aviasi Solusi Prima itu mati setelah lepas landas dari Bandara Hang Nadim. Satu instruktur dan seorang siswa selamat setelah melakukan pendaratan darurat.
Agustus 2012, kecelakaan serupa dialami Bali International Flight Academy. Pesawat Cessna 172 yang diterbangkan dua siswa sekolah itu mengalami kecelakaan saat menuju Bandara Letnan Kolonel Wisnu, Buleleng, Bali.
KNKT mencatat, dua siswa sekolah tersebut mengalami cedera minor pada kejadian itu.
Peristiwa itu terjadi ketika pesawat itu hendak kembali ke hanggar Bali International Flight Academy di Bandara Letnan Kolonel Wisnu. Tak ada korban jiwa pada kecelakaan tersebut.
Kecelakaan pesawat milik sekolah penerbangan terakhir yang dicatat KNKT adalah jatuhnya Cessna 172 milik Alfa Flying School pada April 2007.
Pesawat berkode penerbangan PK-SDP itu diterbangkan dua instruktur dan seorang siswa. Dalam perjalanan kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pesawat itu kehilangan tenaga karena mesin yang tak berfungsi.
Pilot lantas mendaratkan pesawar secara darurat ke sebuah lapangan sepakbola di kawasan Ciputat, Tangerang. Di sana, pesawat menghantam sebuah gundukan. KNTK tidak mencatat adanya korban tewas meski pesawat rusak parah.
KNKT ke Tasikmalaya
Terkait kecelakaan pesawat Perkasa Flight School kemarin, KNKT akan segera melakukan investigasi ke lokasi kejadian. Rencana itu diutarakan Kapolres Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Nugroho Arianto.
KNKT akan melakukan pengecekan dan identifikasi pesawat ini," ucapnya pagi taadi seperti dilansir Antara.
Nugroho berkata, lembaganya tidak berwenang memberikan informasi detail terkait kecelakaan tersebut. Ia juga tidak dapat memastikan kapan investigasi KNKT akan berlangsung.
"Nanti (keterangan) tim dari KNKT, kami hanya pengamanan," kata dia. (abm)