“(Indonesia) sangat untung. Misalnya, satu orang yang sudah berpengalaman di perusahaan satu dan lainnya, kemudian datang pada posisi Indonesia. Ia bernegosiasi dengan perusahaan asing tidak akan bermasalah. Yang penting kontribusi,” ujar Luhut di Institut Teknologi Del, Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (19/8).
Ia mengklaim saat ini telah menginventarisasi sekitar 70 diaspora Indonesia di Amerika, terdiri dari profesor dan doktor. Dari total jumlah tersebut, terdapat 24 profesor yang berkomitmen akan berkontribusi untuk kepentingan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan orang warga negara Indonesia di Amerika itu, ujar Luhut, menyambangi tanah air untuk meneliti dan melihat potensi Indonesia yang bisa dikembangkan, sehingga dapat memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
“Semua opsi dibuka,” ujar Luhut.
Soal dwikewarganegaraan ganda ini mencuat pasca-kasus Arcandra Tahar. Dia hanya menjabat sebagai Menteri ESDM 20 hari karena disebut berkewarganegaraan Amerika Serikat. Kini kewarganegaraan Indonesia Arcandra tengah diproses kembali di Kementerian Hukum dan HAM.