"Dalam waktu dekat saya akan bertemu rektor, gubernur, Mendikbud, dan Menristekdikti agar menyampaikan bela negara kepada seluruh rakyat," kata Ryamizard Jakarta, Selasa (23/8).
Program bela negara telah berjalan lebih dari setahun. Kemham kini menargetkan jumlah kader bela negara bertambah hingga mencapai 100 juta orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus isi benak seluruh bangsa ini untuk menghadapi kelomok radikal. Radikalisme tidak boleh hidup di bumi Indonesia," ujar Ryamizard.
"Kalau sekarang campur-campur, ada wawasan macam-macam," ujarnya.
"Yang melakukan perkelahian, geng-geng motor, harus kami berikan pelajaran, pelatihan agar tidak berbuat jahat lagi. Preman-preman itu bagian dari bela negara dan revolusi mental," katanya.
Selasa pagi tadi, Kemhan mengadakan Apel Gelar Nasional Bela Negara 2016. Kegiatan ini digelar dalam rangka melanjutkan Gerakan Nasional Bela Negara yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 2014.
Apel kali ini diikuti sebanyak 10.000 peserta yang terdiri dari kementerian/lembaga terkait, TNI, Polri, Forum Bela Negara, Pramuka, Menwa, Linmas, Mahasiswa, Ormas, Organisasi pemuda, siswa/pelajar dan komponen bangsa lainnya.