Ketua KPU Juri Ardiantoro menyambut baik gagasan penggunaan e-Voting pada pemilu. Namun, implementasi sistem tersebut dipastikan tidak mudah karena butuh waktu persiapan yang panjang.
"Gagasan e-Voting baik kalau tujuannya untuk efektifkan pemilu. Membuat pemilu lebih murah, ya bagus saja. Tapi implementasinya tidak mudah karena hasil kajian kami itu butuh waktu persiapan yang panjang mengingat Indonesia kan punya pemilih terbesar di dunia dalam satu hari pemilu," kata Juri di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juri juga menyoroti kesiapan masyarakat jika e-Voting hendak diberlakukan pada pemilu mendatang. Menurutnya, masyarakat saat ini belum sepenuhnya mempercayai penggunaan teknologi dalam pesta demokrasi sebesar pemilu.
"Kemudian kami mau rancang e-Rekap, lalu nanti bergerak apakah siap untuk e-Counting. Proses itu harus dilalui untuk mempersiapkan psikologis masyarakatnya untuk menerima teknologi dan persiapan infrastruktur," katanya.
Pembahasan e-Voting dan isu krusial lain untuk Pemilu 2019 akan dikebut pemerintah sebelum tahun ini berakhir karena draf kodifikasi RUU Pemilu ditargetkan menjadi undang-undang pada awal tahun depan.
Penerbitan UU Pemilu yang baru dibutuhkan segera karena tahapan Pemilu 2019 akan dimulai Juli tahun depan. Pemerintah bersama KPU memandang harus ada waktu yang cukup untuk sosialisasi peraturan baru pemilu mendatang.