"Saya pikir demikian (dua orang) dan bahkan lebih, karena gambarannya sudah ada," kata Boy di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/8).
Boy menuturkan, dua orang tersebut merupakan koordinator dan pihak biro perjalanan. Kepolisian baru akan menggelar perkara untuk mendapatkan barang bukti yang cukup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dalam satu hingga dua hari ini mereka akan gelar perkara, pasti dalam beberapa waktu ke depan penetapan tersangka akan disampaikan kepada masyarakat," ujar Boy.
Ketiga koordinator itu diduga turut mengurus keberangkatan para calon haji dan terkait dengan agen perjalanan.
Diberitakan, 177 WNI yang hendak berangkat ke Mekkah dari Manila ditangkap karena menggunkan paspor palsu. Pemerintah Indonesia menyatakan, mereka adalah korban penipuan agen perjalanan.
"Kami belum bisa pastikan siapa yang terlibat, tapi kepolisian sudah siap menidaklanjutinya," ujar Kabag Humas Ditjen Imigrasi Heru Ananta Yudha.
Menurut data Kemlu, 177 calon haji itu terdiri dari 100 perempuan dan 77 laki-laki. Sebanyak 101 orang di antara mereka berasal dari Sulawesi Selatan.
Sisanya merupakan warga Jateng (19), Kaltim (13 orang), Jatim (12), Kaltara (7), DKI Jakarta (6), Jabar (6), Banten (4), Jambi (4), DIY (2), Sulbar (1), Sumut (1), dan Kepri (1).