Retno berkata, permintaan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay kepada Duta Besar Indonesia Johny Lumintang.
"Hari ini, pukul dua siang waktu Manila, juga akan ada pertemuan antara KBRI dan Tim Kementerian Hukum Filipina. Mudah-mudahan ada kabar yang menggembirakan," ujar Retno pada rapat kerja dengan Komisi I DPR di Jakarta, Rabu (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itulah salah satu alasan kenapa penanganan ini agak lama. Kami harus mencocokan data," kata Retno.
Ditjen Imigrasi dan Polri hingga saat ini belum mengumumkan pihak-pihak yang dapat dimintai tanggung jawab pidana atas penipuan itu. Koordinasi dengan otoritas Filipina masih terus berlangsung.
"Kami belum bisa pastikan siapa yang terlibat, tapi kepolisian sudah siap menidaklanjutinya," ujar Heru.
Menurut data Kemlu, 177 calon haji itu terdiri dari 100 perempuan dan 77 laki-laki. Sebanyak 101 orang di antara mereka berasal dari Sulawesi Selatan.
Sisanya merupakan warga Jateng (19), Kaltim (13 orang), Jatim (12), Kaltara (7), DKI Jakarta (6), Jabar (6), Banten (4), Jambi (4), DIY (2), Sulbar (1), Sumut (1), dan Kepri (1).