Menurut Ahok, sapaan Basuki, Bamus Betawi telah bermain politik sejak kerap melontarkan pernyataan agar Gubernur DKI Jakarta dijabat oleh putra asli ibu kota. Ia menilai keterlibatan Bamus Betawi dalam dunia politik sebagai pelanggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menilai, Bamus Betawi seharusnya memanfaatkan dana hibah untuk melestarikan budaya. Jika dana hibah digunakan untuk kegiatan politik dan menyebarkan isu SARA, Ahok beranggapan Bamus Betawi telah melanggar undang-undang.
Penyebaran isu SARA oleh Bamus Betawi, menurut Ahok, terjadi pada perayaan Lebaran Betawi tahun ini. Saat itu, Bamus Betawi dituding mengeluarkan pernyataan agar Gubernur ibu kota ke depannya harus berasal dari Betawi.
"Begitu anda menyatakan 'putra Betawi harus jadi (gubernur), harus rebut, jangan diinjak dari asing macam-macam' disebarkan itu sudah tidak betul," katanya.
Ahok memang tidak terlihat hadir pada perayaan Lebaran Betawi tahun ini. Kehadirannya diwakilkan oleh Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Padahal, di Lebaran Betawi tahun-tahun sebelumnya Ahok selalu hadir pada acara pembukaan.
(obs)