Kepala BRG Nazir Foead mengatakan sudah mengirimkan surat untuk bertemu pihak perusahaan terkait dengan temuan BRG di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Badan itu menemukan pembukaan lahan gambut anak usaha RAPP, dengan membangun sejumlah kanal dalam inspeksi Senin lalu.
“Tony Wenas dan Anderson Tanoto akan dipanggil Jumat pekan ini,” kata Nazir kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazir menuturkan, sebelumhya juga sudah mendapatkan keterangan dari perusahaan. Hal itu untuk merespons laporan dari masyarakat Desa Bagan Melibur soal pembukaan kanal di lahan gambut. Sidak tersebut, kata Nazir, merupakan upaya lebih lanjut untuk melihat masalah itu lebih adil.
Nazir mengatakan pihaknya sudah melaporkan temuan di Riau ke Presiden dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia pun menegaskan bahwa RAPP tidak kooperatif ketika sidak dilakukan oleh badan tersebut.
[Gambas:Youtube]
“Perusahaan RAPP tidak kooperatif dengan Pemerintah Indonesia, itu hasil kesimpulan dari kunjungan,” kata Nazir.
Dia mengatakan pihaknya meminta tim penegakan hukum KLHK untuk menangani hal tersebut karena diduga kuat perusahaan melakukan pelanggaran hukum. BRG menyatakan perbaikan lahan gambut adalah salah satu upaya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.