"Ya, sikat kalau gitu. Yang lain kalau enggak ada tanah, dia bikin sampai ke badan sungai harus dibongkar," kata Gubernur yang biasa disapa Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (8/9).
Bangunan mewah yang terdapat di bantaran Krukut kawasan Kemang itu, di antaranya Kemang Village, Hotel Pop! Kemang, dan Joop Fine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sampai badan sungai didudukin, kalau ada sertifikat, mau enggak mau kami harus bebaskan bayar, ini yang bikin berantem," ujar Ahok.
"Kemang Village itu ada kajian profesor-profesor loh yang bolehin. Itu yang saya bilang, mana bisa sih daerah resapan diganti dengan bak yang besar," tutur Ahok.
Normalisasi Krukut menjadi solusi untuk menanggulangi banjir yang terjadi di Kawasan Kemang saat hujan deras. Saat ini, Dinas Penataan Kota, Dinas Tata Air, dan Pemerintah Kota Jakarta selatan tengah melakukan pendataan jumlah dan status bangunan di sempadan Krukut. (obs)