Propam Mabes Polri telah memeriksa sejumlah saksi terkait pertemuan perwira Polda Riau dengan bos PT APSL. Dari hasil pemeriksaan itu, menurut Kepala Divisi Propam Polri Irjen Muhammad Iriawan, disimpulkan bahwa pertemuan kedua pihak terjadi tanpa direncanakan.
"Kami cek saksi-saksi yang ada semua (di lokasi), pertemuan itu ternyata memang tidak sengaja dan yang paling penting, dugaan kongko terkait SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) tidak ada," kata Iriawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (10/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto itu lantas dikaitkan dengan keluarnya SP3 oleh Polda Riau atas 15 korporasi yang diduga terlibat kasus pembakaran hutan dan lahan pada 2015.
"Ya, kalau tidak ada kaitannya, buat apalagi (diperiksa), ya kan?" ucapnya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengucapkan hal serupa.
"Foto-foto itu tidak ada hubungannya dengan SP3 kebakaran hutan dan lahan, karena yang ada di foto itu tidak ada yang kena SP3," kata dia.
Tito mengatakan, dalam pertemuan tersebut memang ada permintaan untuk berfoto bersama. Hal itu, ujarnya, lantas dimanfaatkan oleh pihak yang berusaha mengaitkan foto itu dengan isu SP3 kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi, kalau ada yang menghubungkan, jawabannya: tidak ada hubungannya sama sekali. Seandainya (polisi) tidak mau diajak foto, nanti dikira polisi sombong," kata Tito.